MAKALAH
“Struktur
dan Fungsi Otak”
Disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah “Neuroscience
dalam Pembelajaran ”
Dosen Pengampu : Bapak Drs. Sunaryo, M.DS

Disusun Oleh :
Kelompok 3
1.
Noni Febriyani
(1686206089)
2.
Novia Fitriyani
(1686206102)
3.
Rismalia (1686206025)
4.
Septi Pratiwi
(1686206066)
5.
Nurul Makiyah
(1686206056)
Kelas : A Semester 7
PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
2019
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah tentang “Struktur dan Fungsi Otak” ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya.
Di dalam makalah ini, kami akan menjelaskan tentang Struktur dan Fungsi Otak, Program-program Pengembangan Otak Manusia, Implikasi
Perkembangan Otak dalam Pendidikan.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih sangat
jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang
bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami dan bagi semua pihak
pada umumnya, semoga Ridho Allah menyertai kita semua. Amin Ya Robbal Alamin.
Tangerang,
2 Oktober 2019
Penyusun
DAFTAR
ISI
COVER
KATA PENGANTAR................................................................................ ii
DAFTAR ISI................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang............................................................................. 1
2.
Rumusan Masalah........................................................................ 2
3. Tujuan
Penulisan.......................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
1.
Pengertian Struktur
Otak............................................................. 3
2.
Fungsi Otak................................................................................. 8
3.
Program-program
Pengembangan Otak Manusia........................
4.
Implikasi
Perkembangan Otak dalam Pendidikan.......................
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan...................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang
2. Rumusan
Masalah
1.
Apa yang
dimaksud struktur otak?
2.
Apa saja fungsi otak?
3.
Apa saja
Program-program Pengembangan Otak Manusia?
4.
Apa saja
Implikasi Perkembangan Otak dalam Pendidikan?
3. Tujuan
Penulisan
1.
Kita dapat
mengetahui apa yang dimaksud struktur otak.
2.
Kita dapat
mengetahui apa saja fungsi otak.
3.
Kita dapat
mengetahui apa saja program-program pengembangan otak manusia.
4.
Kita dapat
mengetahui apa saja implikasi perkembangan otak dalam pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian Struktur
Otak
Saat
dilahirkan manusia dilengkapi otak yang luar biasa, Adi Gunawan (2006: 55)
mengungkapkan bahwa otak merupakan satu organ yang terdiri dari satu triliun
sel, di mana dari satu triliun tersebut seratus miliarnya adalah sel otak aktif
dan sembilan ratus miliar lainnya adalah sel otak pendukung. Tidak ada
seorangpun yan memiliki jumlah sel yang berbeda, semua manusia dilahirkan
dengan jumlah sel otak yang sama, namun harus disadari bahwa jumlah sel otak
yang sedemikian banyak, hanyalah potensi yang harus kita kembangkan.
Kecerdasan
manusia tidak hanya ditentukan oleh jumlah sel otak yang dimiliki, tetapi lebih
ditentukan oleh berapa banyak koneksi yang bisa terjadi diantara masing-masing
sel otak. Adi Gunawan (2006: 56) mengungkapkan bahwa setiap sel otak memiliki
kemungkinan koneksi dari 1 hingga 20.000 koneksi. Koneksi sel otak hanya dapat
terjadi bila kita menggunakan dan melatih otak.
Otak
manusia sebenarnya terdiri dari tiga bagian otak, yaitu: otak reptil, otak
mamalia, dan otak neo kortex. Otak reptil berfungsi untuk mengatur reaksi
terhadap bahaya atau ancaman, dengan menggunakan pendekatan ”Lari atau Lawan”.
Otak mamalia memiliki peranan penting dalam pembelajaran, karena otak mamalia
berperan dalam mengatur kebutuhan akan keluarga, strata sosial dan rasa
memiliki. Otak neo kortex berhubungan langsung dengan otak mamalia. Otak neo
kortex hanya dapat digunakan untuk berfikir bila dalam keadaan tenang dan
bahagia. Dalam sebuah artikel berjudul Otak dan Kognisinya (2007), dinyatakan
bahwa struktur otak manusia (Gambar 1) terdiri dari:
1)
Saraf Tunjang atau korda spina
menerima perintah dari sistem sensori (kulit, mata, telinga, lidah &
hidung) sendir otot dan anggota lain, lalu mengeluarkan arahan untuk merespon
perintah (seperti melakukan pergerakan).
2)
Medula Oblongata dan Pons merupakan pusat
proses-proses tidak sadar seperti respirasi, denyut jantung, tekanan darah,
menelan, batuk, bersin dan lain-lain.
3)
Otak Tengah terletak diantara medula
oblongata, pons dan serebelum, diensefalon dan korteks serebrum.
4)
Diensefalon: terdiri dari hipotalmus
yang bertugas untuk mengawal fungsi involuntari (pernafasan, suhu badan),
talamus bertugas untuk memproses perintah yang terlibat dengan penglihatan,
pendengaran, rasa.
5)
Serebelum menerima impuls dari
organ-organ deria yang berkaitan dengan keseimbangan badan. Fungsi serebelum
ialah menyelaraskan pergerakan badan & menguatkan keseimbangan (berjalan,
berlari).
6)
Serebrum berfungsi menerima impuls
dari sebelah kiri badan dan hemisfera kiri yang berfungsi menerima
impuls dari sebelah kanan badan. Kopus Kasolum menghubungi kedua-kedua bahagian
serebrum. Lebih banyak lipatan dan terdiri dari jirim kelabu.
Gambar 1.
Bagian otak manusia

Otak mengalami perkembangan
secara pesat pada tahun tahun awal, Dryden & Jeannete (2002: 266) membagi
perkembangan otak pada masa awal hingga usia 12 tahun ke dalam 6 rentang
perkembangan, yaitu :
a. Menjelang awal kelahiran:
anak dalam usia menjelang kelahiran memiliki 100 miliar sel otak aktif, dan
mereka menjalin sekitar 50 triliun hubungan dengan sel-sel otak lain dan
bagian-bagian tubuh lain.
b. Bulan-bulan awal: bayi yang
mulai bereaksi terhadap lingkungan, mengembangkan hubungan sinaptik baru dengan
kecepatan hingga 3 miliar per detik.
c. 6 bulan pertama: bayi akan
berbicara dengan menggunakan semua bahasa di dunia, namun kemudian akan
berbicara hanya dengan menggunakan bahasa yang dia ambil dari lingkungan,
khususnya bahasa ibu, otaknya membuang keterampilan berbicara dengan bahasa
yang tidak dia dengar.
d. Menjelang usia 8 bulan:
otak bayi memiliki 1000 triliun hubungan. Sesudah itu jumlah hubungan mulai
menurun, kecuali dihadapkan pada rangsangan di semua inderanya.
e. Menjelang usia 10 tahun:
sebagian hubungan telah mati pada kebanyakan anak, namun masih meninggalkan
sekitar 500 triliun yang akan bertahan sepanjang hidupnya.
f. Sampai usia 12 tahun: otak
kini dilihat seperti spons super yang paling banyak menyerap sejak masa
kelahiran hingga usia 12 tahun. Lalu spons tidak lagi menyerap dan kebanyakan
arsitektur fundamental otak sudah sempurna.
Otak
memiliki dua sisi yang memainkan peranan berbeda, yaitu otak kiri dan otak
kanan. Menurut Cris Pujiastuti (1994) bila seseorang yang ingin berhasil dalam
kehidupan, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menyeimbangkan belahan
otak kanan dan otak kiri semaksimal mungkin. Otak kiri memainkan peranan dalam
pemrosesan logika, kata-kata, matematika, dan urutan yang disebut pembelajaran
akademis. Sedangkan otak kanan berurusan dengan irama, musik, gambar, dan
imajinasi yang disebut dengan aktifitas kreatif. Dryden & Jeannete (2002:
125) mengungkapkan bahwa pembagian kedua sisi otak ini tidaklah sesederhana
yang dibayangkan. Kedua sisi otak ini dihubungkan melalui corpus callomus, yaitu
sistem saklar yang sangat rumit, yang memiliki 300 juta neuron aktif. Corpus
callomus ini secara konstan berusaha menyeimbangkan pesan-pesan yang datang
dan menggabungkan gambar yang abstrak dan holistik dengan pesan yang kongrit
dan logis.
Otak
merupakan organ kecil yang tersimpan didalam batok kepala yang merupakan pusat
sistem syaraf dan berfungsi sebagai pusat kendali dan koordinasi seluruh
aktifitas biologis, fisik, dan sosial dari seluruh tubuh. Batok kepala manusia
rata-rata mampu menampung volume sekitar 1700 ml yang berisi 1400 ml (80%)
otak, 150 ml (10%) darah, dan 150 ml (10%) cairan otak. Manusia terlahir dengan
struktur otak yang sempurna dengan berat sekitar 1300-1400 gram (2% berat tubuh).
Otak merupakan sumber dari seluruh pemikiran, perasaan, keinginan, dan juga
merupakan penjaga memori kita (Hewitt, Lyons,et al, 2006: 430). Didalam otak
terdapat 100 miliar sel neuron dan 1 trilyun sel neuroglia. Setiap neuron mampu
membangun 10.000 cabang dendrit bahkan bisa mencapai 100.000, sehingga akan
terbentuk 1000 trilyun sinapsis (koneksi komunikasi) (Rakhmat, 2005). Secara
anatomis, otak terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu: otak besar (cerebrum),
otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brainstem).
Otak
menangkap semua rangsangan untuk dipahami (dipersepsi) melalui kerja sel saraf,
sirkuit saraf, dan nemotransmitter (Wathon, 2016). Otak besar (cerebrum)
merupakan bagian terbesar (±80%) dari berat otak. Otak besar merupakan pusat
aktifitas mental seperti memori (ingatan), kepandaian (inteligensia), dan juga
kesadaran dan pertimbangan. Keberadaannya memungkinkan individu untuk berpikir,
berbicara, mengingat, dan mengendalikan pikiran. Otak ini pun memiliki peran
yang besar dalam proses belajar seseorang. Selain itu, tingkat kecerdasan
individu juga dibentuk di otak besar. Bongkahan cerebrum terbagi menjadi dua
belahan (hemisfer) yaitu kiri dan kanan oleh alur fissura longitudinal. Setiap
hemisfer memiliki fungsi yang berbeda. Otak kiri, dikenal sebagai otak rasional
bekerja dalam pola yang linier, sekuensial, mengurusi hal-hal yang terkait
logika-rasio, kata dan bahasa, dan matematik. Sebaliknya otak kanan atau otak
irasional bekerja dengan pola yang tidak teratur, berkaitan dengan kreativitas,
seni, desain, musik, warna dll. Selain itu belahan otak ini berfungsi untuk
kontrol dan koordinasi bagian tubuh secara bersilangan. Kedua belahan otak ini
terhubung oleh sebuah struktur jaringan syaraf yang disebut corpus callosum.
Cerebrum terbagi dalam beberapa bagian (lobus) dengan fungsi khasnya
masing-masing, yaitu: (a) Lobus frontal; kegiatan berpikir, perencanaan, dan
penyusunan konsep, (b) Lobus temporal; bertanggung jawab
pada persepsi suara dan bunyi, (c) Lobus perietal; bertanggung jawab pada kegiatan
berpikir, terutama pengaturan memori Lobus occipital; mengatur fungsi
penglihatan (Pasiak, 2005: 68). Keseluruhan bagian otak terbungkus oleh selaput
yang dinamakan cortex cerebri (kulit otak). Struktur ini melapisi seluruh
permukaan cerebrum hingga pada lekukan terdalam sekalipun. Lapisan ini memiliki
ketebalan yang bervariasi antara 1,5 mm – 4,5 mm, rata-rata 2,5 mm (lobus
frontal), paling tebal 4,5 mm (area motorik), dan paling tipis 1,5 mm - 2,2 mm
(area visual). Jumlah sel syaraf pembentuknya sekitar 2,6 x 109 sel neuron.
Struktur ini terlihat ”tak beraturan” berupa lekukan (konvolusi) yang terdiri
atas cekungan (sulcus) dan tonjolan (gyrus). Fungsi utama kulit otak yaitu
fungsi sensorik, asosiasi, dan motorik. Melalui instrumen Positron Emission
Tomography (PET) diketahui bahwa terdapat enam sistem otak (brain system) yang
secara terpadu meregulasi semua perilaku manusia. Keenam sistem otak tersebut
adalah cortex prefrontalis, sistem limbik, gyros cingulatus, ganglia basalis,
lobus temporalis, dan cerebellum. Keenam sistem otak tersebut mempunyai peranan
penting dalam pengaturan kognisi, afeksi, dan psikomotorik, termasuk IQ, EQ,
dan SQ (Suyadi, 2012).
Otak kecil (cerebellum)
terletak dibagian belakang kepala, dibawah lobus occipital dekat dengan ujung
leher bagian atas. Ia terhubung ke otak melalui pedunculus cerebri. Cerebellum
bertanggung jawab dalam proses koordinasi dan keseimbangan. Secara lebih detil
Rohkamm (2004: 54) menjelaskan struktur dan fungsi otak kecil terbagi pada tiga
spesifikasi, yaitu vestibulocerebellum (anrcheocerebellum), terdiri atas flocculonodular
lobe dan lingula, bertanggung jawab untuk mengontrol keseimbangan, otot aksial
dan proksimal, irama pernafasan, pergerakan kepala dan mata (stabilisasi
pandangan). Kedua, spinocerebellum (paleocerebellum); berfungsi dalam
mengontrol otot-otot yang berkaitan dengan postur, keseimbangan. Ketiga,
pontocerebellum (neocerebellum); berfungsi untuk keseimbangan tubuh, kecepatan
serta ketepatan pergerakan tubuh dan perkataan. Batang otak (brainstem),
posisinya berada didalam tulang tengkorak bagian dasar dan memanjang sampai ke
tulang punggung atau sumsum tulang belakang. Batang otak tersusun atas otak
tengah, pons, dan medulla. Didalamnya terdapat inti syaraf kranial dan jalan
naik-turunnya pertukaran informasi dari otak, otak kecil, dan tulang belakang.
Bagian otak ini mengatur fungsi dasar kehidupan seperti pernafasan, denyut
jantung, suhu tubuh, proses pencernaan, dan lain-lain.
2.
Fungsi Otak
a. Cerebrum (otak besar) Otak
besar merpakan bagian terbesar dan terdepan dari otak
manusia. Otak besar mempunyai fungsi dalam mengatur
semua aktivitas mental, yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensia),
ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Otak besar terdiri atas Lobus Oksipitalis
sebagai pusat penglihatan, Lobus temporalis yang berfungsi sebagai pusat
pendengaran, dan Lobus frontalis yang berfungsi sebagai pusat kepribadian dan
pusat komunikasi.
b. Cerebellum (otak kecil) Otak
kecil (serebelum) mempunyai fungsi utama dalam koordinasi terhadap otot dan
tonus otot, keseimbangan dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan
atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan. Otak
kecil juga berfungsi mengkoordinasikan gerakan yang halus dan luwes.
c. Otak
tengah (mesensefalon) Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan
varol. Otak tengah berfungsi penting pada refleks mata, tonus otot serta fungsi
posisi atau kedudukan tubuh.
d. Otak
depan (diensefalon) Otak depan terdiri atas dua bagian, yaitu thalamus yang
berfungsi menerima semua rangsang dari reseptor kecuali bau, dan hipothalamus
yag berfungsi dalam pengaturan suhu, pengaturan nutrien, penjagaan agar tetap
bangun, dan penumbuhan sikap agresif.
e. Medulla oblongata mirip dengan sumsum tulang belakang,
tetapi fungsinya sangat berbeda. Medulla oblongata adalah bagian otak yang
berfungsi mengontrol denyut jantung, pernapasan, dan tekanan darah. semua
pekerjaan yang ditangani oleh medulla oblongata bersifat diluar kesadaran.
3. Program-program
pengembangan Otak Manusia
Upaya kesehatan otak adalah upaya
pelayanan kesehatan secara individu ataupun kelompok bertujuan meningkatkan dan
memelihara potensi kecerdasan yang ada serta menanggulangi gangguan kesehatan
otak yang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup manusia. Peran
kesehatan dalam mengembangkan SDM berbasis otak dilakukan dengan mengoptimalkan
kesehatan otak dimulai dari sejak janin sampai lanjut usia dengan istilah
“Brain Development” yaitu pengembangan pemberdayaan manusia berbasis otak untuk
meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas SDM”. Program ini dilakukan
melalui 3 tahapan yaitu : Brain Screening, Brain Stimulation dan Brain
Restoration.
a. Brain Screening, adalah upaya penilaian
potensi kecerdasan pada orang normal maupun sakit, meliputi: Penilaian potensi
kecerdasan pada anak sampai lanjut usia; Penilaian potensi kecerdasan majemuk
(Multiple Intelligence) pada anak, misalnya kecerdasan bahasa, kecerdasan
matematika, ataupun kecerdasan lainnya; dan penilaian kecerdasan kompeten pada
dewasa/usia produktif.
b. Brain stimulation, adalah upaya
peningkatan kesehatan otak melalui pemberian rangsangan. Tujuannya
mengoptimalkan potensi kecerdasan, meliputi: Stimulasi pada janin dilakukan
melalui brain booster, yaitu pemberian stimulasi dan nutrisi pengungkit otak
untuk meningkatkan perkembangan otak janin melalui ibu hamil; Peningkatan kemampuan komunikasi
anak dan remaja melalui komunikasi otak, yang merupakan salah satu model
pendekatan komunikasi yang sesuai dengan proses kerja otak; Brain learning pada
lanjut usia untuk mengoptimalkan fungsi otak pada lansia melalui senam
vitalisasi otak dan mendongeng; dan Brain exercise pada lanjut usia yang
mengalami satu atau lebih gangguan proses kognitif dengan activity daily living
yang masih baik.
c. Brain Restoration, adalah upaya
penanggulangan kerusakan otak melalui rangsangan potensi kecerdasan yang masih
dimiliki untuk memaksimalkan potensi kecerdasan, meliputi: Brain Restoration
pada anak, misalnya pada anak dengan gizi buruk, penyandang epilepsi; Brain
Restoration pada remaja dengan masalah ketergantungan obat (NAPZA), adiksi
pornografi; Brain Restoration pada lanjut usia yang mempunyai resiko maupun
yang telah mengalami gangguan, misalnya pada lansia dengan gangguan
degeneratif, gangguan vaskuler, penyakit metabolik, ataupun gangguan pasca
stroke.
4.
Implikasi Perkembangan Otak Dalam Pendidikan
1. Optimalisasi
Kecerdasan
Pendidikan sebaiknya mengembangkan kecerdasan,
bukan hafalan, yaitu melalui stimulasi otak untuk berpikir. Otak yang cerdas
meningkatkan kreativitas dan daya cipta baru untuk menemukan hal yang baru yang
tidak pernah terpikirkan.
2. Keseimbangan
fungsi otak kanan dan kiri
Otak kanan dan otak kiri memiliki fungsi yang
berbeda. Otak kanan lebih bersifat intuitif, acak, tak teratur, divergen. Otak
kiri bersifat linier, teratur, dan konvergen. Pendidikan hendaknya
mengembangkan kedua belahan otak itu secara seimbang. Pembelajaran yang bersifat eksploratori dan
divergen, lebih dari satu kemungkinan jawaban benar akan mengembangkan kedua
belahan otak tersebut.
3. Keseimbangan Otak Triune
Pendidikan harus
mengembangkan secara seimbang fungsi otak atas, tengah dan bawah (logika,
emosi, dan motorik) yang sering disebut juga head, heart, and hands. Hal itu
sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu mengambangkan manusia yang
cerdas, terampil, dan beakhlak mulia.
4. Pengembangan motorik tangan
Stimluasi melalui motorik
tangan perlu dilakukan sejak dini. Koordinasi tangan ini sifatnya berkebalikan,
di mana tangan kiri dikendalikan otak bagian kanan. Oleh karena itu tidak
selayaknya kita melarang anak menggunakan tangan kirinya karena hal itu justru
sedang mengembangkan otak kanannya.
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Berdasarkan
penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa otak
merupakan satu organ yang terdiri dari satu triliun sel, di mana dari satu
triliun tersebut seratus miliarnya adalah sel otak aktif dan sembilan ratus
miliar lainnya adalah sel otak pendukung.
Struktur
otak manusia terdiri dari Saraf Tunjang atau
korda, Medula Oblongata dan Pons, Otak
Tengah, Diensefalon, Cerebellum, Cerebrum.
Fungsi
Otak terdiri dari:
1.
Cerebrum (otak besar) Otak besar mempunyai fungsi dalam
mengatur semua aktivitas mental, yang berkaitan dengan kepandaian
(intelegensia), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.
2.
Cerebellum (otak kecil) Otak
kecil (serebelum) mempunyai fungsi utama dalam koordinasi terhadap otot dan
tonus otot, keseimbangan dan posisi tubuh.
3.
Otak tengah
(mesensefalon) berfungsi penting pada refleks mata, tonus otot serta fungsi
posisi atau kedudukan tubuh.
4.
Otak depan
(diensefalon) yang berfungsi menerima semua rangsang dari reseptor kecuali bau,
dan hipothalamus yag berfungsi dalam pengaturan suhu, pengaturan nutrien,
penjagaan agar tetap bangun, dan penumbuhan sikap agresif.
5.
Medulla oblongata
yang berfungsi mengontrol denyut jantung, pernapasan, dan tekanan darah.
DAFTAR PUSTAKA
Rahmadonna, Sisca. 2011. Penerapan Teori Belajar Neuroscience untuk Meningkatkan Efektifitas
Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Pengembangan Bahan Ajar Cetak. Yogyakarta: Laporan Penelitian
Latihan Tahun 2011.
M. Syahruddin Amin, Perbedaan
Struktur Otak dan Perilaku Belajar Antara Pria dan Wanita; Eksplanasi dalam
Sudut Pandang Neuro Sains dan Filsafat, Jurnal Filsafat
Indonesia, Vol 1 No 1 2018 ISSN: E-ISSN 2620-7982, P-ISSN
2620-7990.
Ida
Untari, SKM., M.Kes, Kesehatan Otak Modal Dasar Hasilkan Sdm Handal, Profesi,
Volume 08 / Februari – September 2012.
Komentar
Posting Komentar